Blog

Mengenal Ejakulasi Dini, Masalah Klasik Para Pria

Januari 13, 2018 | COMMENT

Ada beberapa masalah seksual yang dialami oleh pria, yaitu ejakulasi dini, disfungsi ereksi, sindrom kekurangan testosteron, dan sebagainya. Dari antaranya, ejakulasi dini adalah masalah yang paling banyak dialami pria.

Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini ketika mengeluarkan sperma atau mencapai klimaks sesaat setelah penetrasi seksual, atau bahkan sebelumnya. Sebenarnya, tidak ada standart waktu yang ditetapkan untuk menentukan apakah durasi hubungan seksual sudah ideal atau belum. Namun, menurut sebuah penelitian, rata-rata waktu ejakulasi setelah penetrasi adalah lima setengah menit.

 

Penyebab Ejakulasi Dini

demandstudios.com

Ejakulasi dini dibedakan atas 2 jenis, yaitu ejakulasi dini primer dan ejakulasi dini sekunder. Ejakulasi dini primer adalah ejakulasi yang dialami oleh seorang pria setiap berhubungan seksual. Sementara itu, ejakulasi dini sekunder adalah ejakulasi yang dialami pria suatu kali tanpa masalah seksual sebelumnya.

Berdasarkan perbedaan jenis tersebut, penyebab ejakulasi dini juga terbagi dua. Penyebab ejakulasi dini primer adalah gangguan emosional, trauma seksual, dan penyebab multipel lainnya. Sementara itu, penyebab ejakulasi dini sekunder adalah organik, zat tertentu, atau kondisi psikis pria.

Sebuah teori mengungkapkan, pengalaman seseorang ketika remaja berpengaruh terhadap kondisi seksualnya pada saat dewasa. Salah satu contohnya, seorang remaja yang melakukan masturbasi akan mengalami tekanan secara sosial untuk mencapai klimaks dalam waktu cepat. Ketika sudah menikah, pola ini tidak serta-merta bisa berubah. Secara tidak sadar, pria akan berpikir bahwa hubungan seksual tersebut harus diakhiri dengan cepat.

Penyebab lainnya adalah perasaan takut ditolak, takut menyakiti pasangan, depresi, khawatir gagal orgasme, dan masalah di dalam hubungan. Sementara itu, masalah fisik yang diduga membuat pria mengalami ejakulasi dini adalah tiroid dan gangguan prostat. Ada juga yang disebabkan oleh dampak penggunaan obat-obat terlarang.

 

Tanda-tanda Ejakulasi Dini

prehospital-perspective.com

Satu dari tiga pria mengatakan pernah mengalami ejakulasi dini ketika melakukan hubungan seksual. Setidaknya, ada 3 gejala yang bisa diperhatikan.

Pertama, selalu atau hampir selalu ejakulasi sebelum penetrasi mencapai satu menit. Kedua, tidak bisa menunda ejakulasi selama penetrasi. Ketiga, selalu merasa tertekan dan frustrasi serta berniat menghindari hubungan seksual.

 

Komplikasi

healthywomen.org

Ejakulasi dini yang dialami oleh pria dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. Setidaknya, ada dua dampak utama dari masalah seksual tersebut, yaitu:

• Masalah dalam Hubungan Suami Istri

Adanya masalah seksual dapat menyebabkan ketidakpuasan pada salah satu atau justru kedua pihak. Dalam hal ini, suami tidak dapat memberikan kepuasan kepada istri karena terlalu cepat mencapai klimaks. Padahal, istri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terangsang dengan foreplay dari suami.

Di sisi lain, kondisi ini dapat membuat pria merasa tidak berguna sebagai suami. Padahal, pria selalu ingin dikenal sebagai individu yang kuat dan serba bisa, khususnya bagi keluarganya. Secara tidak langsung,  masalah ejakulasi dini dapat menyebabkan hilangnya rasa percaya diri pria.

Jika tidak diwaspadai dan segera dicari solusinya, kedua hal ini dapat menjadi bibit pertengkaran antara suami dan istri.

• Masalah Kesuburan

Masalah lainnya yang harus dihadapi oleh pasangan jika suami mengalami ejakulasi dini adalah ketidaksuburan. Ejakulasi yang tidak sempurna setelah penetrasi membuat sperma tidak dapat masuk dan mendekati sel telur. Akibatnya, wanita menjadi sulit untuk hamil.

Oleh karena itu, salah satu hal yang harus diperhatikan ketika pasangan tidak kunjung dikaruniai anak adalah memastikan tidak ada masalah seksual yang dialami.

 

Mengobati Ejakulasi Dini

healthywomen.org

Ejakulasi dini dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu:

 

• Melakukan penanganan mandiri

Pada tahap awal, ejakulasi dini dapat diatasi secara mandiri. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengubah posisi hubungan intim yang biasa dilakukan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa teknik relaksasi. Salah satunya, dengan mengambil nafas panjang dan beristirahat sejenak ketika refleks ejakulasi mulai terasa.

• Dibantu oleh istri

Ternyata, istri juga berperan membantu suami keluar dari permasalahan ejakulasi dini. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan istri, yaitu selalu mengungkapkan perasaan cinta kepada suami. Bukan hanya karena suami memenuhi kebutuhan seksual istri, tetapi karena segala hal yang telah dilakukan suami untuknya. Metode ini akan menolong suami untuk kembali menemukan rasa percaya dirinya.

Kedua, melakukan senam kegel. Dr. Arnold Kegel, penemu senam kegel, mengatakan bahwa senam ini bisa dilakukan oleh pria dan wanita. Tujuannya adalah untuk menguatkan otot-otot pada organ intim guna kegiatan seksual yang maksimal.

• Menggunakan obat-obatan

Cara lain untuk mengatasi ejakulasi dini adalah menggunakan obat yang termasuk dalam selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Ini adalah jenis obat yang diresepkan dokter untuk menunda ejakulasi. Meskipun demikian, cara ini memiliki efek samping, berupa sakit kepala, pusing, atau mual. Bagi penderita jantung, hati, dan ginjal, obat-obatan semacam ini tidak disarankan.

• Menciptakan suasana nyaman saat melakukan hubungan seksual

Ciptakanlah suasana yang nyaman sebelum melakukan hubungan intim. Persiapkan diri sekaligus kamar yang bersih dan tenang sehingga Anda dan pasangan dapat menikmati aktivitas tersebut bersama-sama.

Untuk mengatasi rasa lelah atau stres yang dirasakan sebelumnya, Anda bisa menggunakan Sagha Pure Essential Oil (SALEO).

Ini merupakan minyak esensial yang terbuat dari intisari bunga Lavender Angustifolia dan digunakan untuk terapi. Caranya menggunakannya adalah dengan mencampurkan 10 tetes SALEO dengan minyak terapi favorit Anda. Metode ini dapat mengatasi kram, stres, lelah, dan insomnia.

• Melakukan konseling

Karena sebagian besar penyebab ejakulasi dini adalah keadaan psikologis penderitanya, salah satu cara untuk menanganinya adalah melalui konseling. Pada sesi konseling ini, dibantu oleh tenaga ahli, pasangan bisa menceritakan masalah-masalah yang dihadapi dalam membina rumah tangga.

Tujuannya adalah untuk mengurangi kecemasan dan stres sekaligus untuk menyembuhkan trauma yang pernah dialami pria pada masa sebelumnya.

 

Pentingnya Seks dalam Pernikahan

ytimg.com

Pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun menikah biasanya akan mengalami perubahan pola hubungan seksual. Gairah seksual bisa berkurang karena beberapa sebab antara lain tekanan pekerjaan, penyakit, tanggung jawab terhadap anak, dan sebagainya. Namun, hal itu bukan berarti hubungan seksual tidak perlu lagi dilakukan.

Seks adalah poin eksklusif yang dimiliki oleh pasangan suami istri. Inilah satu-satunya aktivitas yang hanya bisa dilakukan dengan suami atau istri, bukan dengan orang lain. Kedekatan emosional yang didapatkan ketika berhubungan seksual menjadi pondasi utama dalam rumah tangga. Hal inilah salah satunya yang membuat pernikahan tetap awet dan bertahan.

Artikel Lainnya

WhatsApp chat