Blog

Jangan Anggap Hanya Kelelahan Biasa, Ini Bahaya Mengabaikan Rasa Nyeri Pada Persendian yang Perlu Anda Ketahui

Desember 23, 2017 | COMMENT

Nyeri pada area persendian seperti lutut, siku, bahu, atau jari-jari tangan sering dialami oleh sebagian orang. Namun, masih banyak orang yang menyalahartikan gejala ini sebagai rasa capai biasa.

Padahal, rasa nyeri yang timbul pada area persendian bisa jadi merupakan gejala awal radang sendi atau arthritis, dan penyakit ini sangat berbahaya jika dibiarkan dalam jangka waktu yang lama tanpa dilakukan pengobatan. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, serta bahaya menyepelekan gangguan yang muncul pada persendian ini.

 

Pengertian Radang Sendi

img.health.com

Radang sendi atau yang dalam bahasa medis disebut arthritis merupakan suatu kondisi peradangan (inflamasi) pada satu atau beberapa area sendi. Gejala awal penyakit ini bisa berupa nyeri, bengkak, serta sensasi hangat dan kemerahan pada kulit di bagian sendi. Lebih jauh lagi, radang sendi juga dapat menyebabkan sendi menjadi kaku dan susah untuk digerakkan.

Risiko radang sendi biasanya akan meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, faktor-faktor seperti obesitas, jenis kelamin, aktivitas fisik, serta riwayat kesehatan keluarga juga dapat memengaruhi seseorang rentan terkena radang sendi atau tidak. Terlebih jika sebelumnya pernah mengalami cedera pada sendi, rasa sakit di sekitar area persendian tentunya akan lebih rentan kambuh lagi di kemudian hari.

 

Jenis-Jenis Radang Sendi

drstephaniebarrett.com

Radang sendi dikelompokkan dalam beberapa jenis, berikut adalah di antaranya.

• Radang Sendi Karena Kondisi Degeneratif (Degenerative Arthritis)

Osteoarthritis merupakan jenis degenerative arthritis yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi karena tulang rawan yang melindungi bagian ujung tulang mulai menipis seiring dengan bertambahnya usia. Akibatnya, tulang yang satu dengan tulang yang lain akan bergesekan langsung dan menyebabkan rasa sakit dan terhambatnya gerakan. Osteoarthritis umumnya dialami oleh orang yang berusia 50 tahun ke atas, dan kebanyakan menyerang sendi bagian tangan, pinggul, lutut, leher, serta tulang belakang.

• Radang Sendi Karena Reaksi Peradangan (Inflammatory Arthritis)

Inflammatory Arthritis adalah radang sendi yang disebabkan karena gangguan autoimun, suatu kondisi saat sistem pertahanan tubuh malah menyerang tubuh sendiri sehingga menyebabkan reaksi peradangan yang tidak terkontrol. Salah satu Inflammatory Arthritis yang paling sering terjadi adalah Reumatoid Arthritis, atau yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan penyakit rematik. Kondisi ini lebih banyak diderita oleh wanita yang berusia antara 40 sampai 50 tahun; jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan kerusakan pada tulang, tulang rawan, serta organ tubuh lainnya.

• Radang Sendi Karena Infeksi (Infectious Arthritis)

Infection Arthritis adalah reaksi peradangan pada sendi yang disebabkan virus, bakteri, atau jamur. Kondisi ini sangat berisiko terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita penyakit diabetes atau kanker.

• Radang Sendi Karena Gangguan Metabolik (Metabolic Arthritis)

Metabolic Arthritis merupakan radang sendi yang lebih sering disebut masyarakat sebagai asam urat. Kondisi yang lebih sering menyerang pria ini disebabkan penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Selain menimbulkan rasa nyeri, kondisi ini juga dapat menyababkan daerah di sekitar sendi memerah dan membengkak.

 

Bahaya Menyepelekan Gejala Radang Sendi

Penyakit radang sendi merupakan penyakit paling umum yang dapat menjangkiti lintas usia setelah penyakit jantung. Berdasarkan data terbaru dari World Health Organization (WHO), sebanyak 50 juta orang dewasa dan 300 ribu anak-anak di dunia terkena penyakit arthritis. Sementara, 67 juta orang diperkirakan akan terkena radang sendi pada tahun 2030.

Meski telah menjangkiti banyak orang, kenyataannya tidak sedikit yang masih menganggap sepele penyakit ini. Jangankan melakukan pencegahan, orang-orang umumnya hanya menganggapnya sebagai rasa letih biasa dan melakukan tindakan pengobatan seadanya menggunakan obat atau krim persendian.

Padahal, selain mengganggu aktivitas, radang sendi yang tidak mendapat penanganan yang benar juga dapat berakibat pada kelumpuhan hingga kematian dini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kematian tertinggi dari penyakit tidak menular di Indonesia paling banyak disebabkan oleh strok, hipertensi, radang sendi, penyakit jantung, serta cedera.

Berita buruknya, bahaya radang sendiri ternyata tidak sekadar sampai pada penyakit radang sendi itu sendiri, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker, mulai dari kanker paru-paru, limfoma, myloma, hingga leukemia.

Karenanya, penting bagi Anda untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh mulai dari sekarang. Setiap rasa sakit yang terjadi di dalam tubuh merupakan peringatan kesehatan, termasuk rasa nyeri di persendian. Pencegahan dini dengan mengubah gaya hidup yang sehat menjadi solusi terbaik daripada harus mengobati. Namun apabila sudah terlanjur terkena radang sendi, pergi ke dokter adalah salah satu pilihan terbaiknya

 

 

Mencegah Radang Sendi dengan Gaya Hidup Sehat

Nah, sebagai upaya preventif agar Anda tidak sampai terkena penyakit radang sendi, ada baiknya jika Anda mulai membiasakan gaya hidup sehat berikut ini.

• Rajin Melakukan Aktivitas Olahraga Ringan

99.co

Berolahraga secara teratur dapat membuat tulang dan sendi menjadi lebih kuat, lentur, dan tidak kaku. Namun, aktivitas olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak terlalu berat, misalnya berenang dan bersepeda. Berlari secara rutin juga baik untuk kesehatan, tetapi kurang disarankan jika dilakukan secara berlebihan karena dapat meningkatkan risiko cedera dan kerusakan pada tulang rawan.

• Menjaga Pola Makan

bacaanku.com

Selain melakukan olahraga ringan secara teratur, menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat juga penting agar Anda tidak mengalami obesitas. Sebab, tubuh yang mengalami kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko terserang radang sendi pada lutut, pinggul, ataupun tulang belakang.

• Menggunakan Minyak Terapi Herbal

Mengoleskan minyak terapi herbal secara rutin pada bagian-bagian persendian juga dapat menjadi kebiasaan baik untuk mencegah radang sendi. Salah satu produk minyak herbal yang terbukti berkhasiat mencegah dan membantu penyembuhan penyakit yang berhubungan dengan otot dan tulang adalah Premium Theramedic Oil dari Mijond Sagha.

Mengandung 100 persen bahan herbal yang diolah mengggunakan teknologi mikrobioteknologi, penggunaan Premium Theramedic Oil secara rutin yang dibarengi dengan pola hidup sehat dapat berkhasiat melemaskan ketegangan otot, melancarkan peredaran darah, serta mengatasi gangguan-gangguan tulang seperti keseleo, kram, serta salah urat.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai radang sendi dan bahaya mengabaikan gejala radang sendi bagi kesehatan. Semoga bermanfaat!

Comments

comments

Artikel Lainnya

WhatsApp chat