Blog

Agar Cepat Hamil, Ini 7 Terapi yang Bisa Diterapkan

Januari 14, 2018 | COMMENT

Apakah Anda sedang merencanakan kehamilan tahun ini? Meski sebuah rencana belum tentu berhasil, tak ada salahnya berusaha. Pasalnya, banyak faktor yang memengaruhi kehamilan seseorang. Tidak hanya soal kesuburan, tetapi juga kesiapan mental dan fisik pasangan.

Dilansir dari situs lifestyle.kompas.com, penelitian di Amerika Serikat membuktikan, sekitar 59 persen kehamilan terjadi setelah 3 bulan menikah. Sementara itu, 91-95 persen hamil dalam rentang waktu 3-4 tahun.

Kurang lebih 90 persen dari jumlah tersebut bisa hamil secara alami, sedangkan sisanya memiliki masalah kesuburan. Data paling mencengangkan ditunjukkan oleh WHO (World Health Organization); 50-80 juta pasangan divonis tidak dapat memiliki keturunan.

Namun, terlepas dari semua itu, setiap pasangan harus terus mencoba sampai berhasil memiliki momongan. Semisal, dengan terapi-terapi berikut ini.

 

1. Terapi Kehamilan dengan Hipnosis

skim.gs

Anda dan pasangan tidak punya masalah kesuburan, tetapi belum juga mendapat keturunan? Mungkin, masalahnya terletak pada kesiapan mental. Seorang wanita sering kali berpikiran negatif mengenai kehamilan. Semisal, tentang kesakitan saat melahirkan atau kecemasan yang menyangkut finansial.

Kini, semua itu bisa diatasi dengan hipnoterapi. Cara tersebut dilakukan untuk menciptakan pikiran positif dan membuang yang negatif. Saat proses hipnosis, otak akan mengakses alam bawah sadar.

Kondisi itu bisa membuatnya relaks karena otak berada di frekuensi delta (0,5-4 Hz), teta (4-8 Hz), serta alfa (8-12 Hz). Ketika keadaan inilah, sugesti dari terapis mudah merasuki pikiran seseorang. Namun, keberhasilan hipnoterapi tergantung pada diri Anda.

Jika Anda mengizinkan terapis masuk ke alam pikiran, hipnoterapi pasti berjalan lancar. Sebaliknya, kalau ada penolakan dari subjek yang dihipnosis, terapis tidak bisa memberikan sugesti apa pun.

 

2. Terapi Cahaya, Cara Efektif Meningkatkan Serotonin

hellosehat.com

Serotonin merupakan hormon di dalam tubuh manusia yang memengaruhi kesehatan mental. Berdasarkan studi Harvard Medical School, kekurangan serotonin bisa menyebabkan seseorang menjadi depresi. Saat Anda mengalami hal itu, beberapa hal buruk mungkin dialami. Mulai dari insomnia, emosi tidak menentu, hingga sulit hamil.

Lantas, apa hubungan antara serotonin, depresi, dan kehamilan? Begini, manakala Anda mengalami tekanan mental atau stres, otak pasti ikut terpengaruh. Ketika itu, hipotalamus melepaskan hormon kortisol yang bisa menghambat reproduksi.

Untuk mencegah pelepasan kortisol secara berlebihan, Anda harus melakukan terapi cahaya. Daniel F. Kripke, MD., profesor dari Universitas California, menyatakan bahwa pasien depresi dapat disembuhkan dalam waktu dua minggu dengan terapi tersebut. Hal itu mengindikasikan adanya peningkatan kadar serotonin pascaterapi cahaya.

 

3. Meditasi Transendental secara Rutin

thefiftypluslife.com

Sebenarnya, meditasi transendental tidak memiliki hubungan langsung dengan kesuburan seseorang. Namun, terapi ini bisa menghilangkan kecemasan, stres, dan depresi secara bertahap. Saat Anda melakukan meditasi, kondisi pikiran lebih tenang dan relaks.

Meditasi dilakukan dengan cara duduk sila, meletakkan kedua tangan di atas lutut, serta memejamkan mata. Sebagian orang mempraktikkan terapi tersebut sambil mengucapkan mantra dari Bahasa Sansekerta selama 20 menit. Agar memperoleh hasil maksimal, jalankan meditas dua kali dalam sehari.

 

4. Terapi Buah untuk Meningkatkan Kesuburan

wikimedia.org

Anda ingin melakukan terapi paling mudah dan murah? Terapi buah adalah solusinya. Buah ini dipercaya mampu meningkatkan kesuburan karena mengandung banyak vitamin.

Meski begitu, tidak semua buah boleh dikonsumsi selama program hamil. Anda harus memilih buah-buahan yang mengandung vitamin C, B6, dan asam folat. Pun buah dengan kandungan kalium, fosfor, kalsium, mangan, dan zat besi. Nutrisi ini bisa memperkuat dinding rahim sehingga lebih siap menerima janin.

Salah satu contoh buah yang kaya asam folat (B kompleks) adalah avokad. Dalam satu buah avokad mengandung 90 mcg asam folat. Jumlah tersebut mampu memenuhi 22 persen kebutuhan nutrisi B kompleks di dalam tubuh.

Selain avokad, Anda juga dapat mengonsumsi buah pisang. Kandungan vitamin B6 dan asam folat di dalamnya bisa menormalkan siklus menstruasi. Jika haid lancar, secara otomatis kesuburan rahim meningkat.

 

5. Mempercepat Kehamilan dengan Terapi Ayurvedic

anadaspa.com

Ayurvedic berasal dari Negara India. Terapi tradisional ini ditemukan sekitar 5.000 tahun silam. Penyebaran dimulai dari daratan Persia, Cina, Tibet, hingga Afganistan. Prinsipnya, metode tersebut menggunakan bahan-bahan alami.

Efek ayurvedic memang tidak berdampak langsung pada kesuburan rahim. Namun, terapi ini bisa menghilangkan stres. Seperti yang dibahas sebelumnya; kondisi stres sangat memengaruhi kehamilan. Jika stres berkurang, bisa membuka peluang terjadinya pembuahan di rahim.

Terapi ayurvedic bisa dilakukan dengan menggunakan minyak herbal. Salah satu produk yang banyak beredar di pasaran adalah Ultimate Theramedic Oil dari Mijond Sagha. Minyak ini bermanfaat untuk merelaksasi tubuh sehingga mencegah stres.

Ultimate Theramedic Oil terbuat dari bahan alami tanpa zat kimia berbahaya. Dengan mengoleskan minyak herbal ini ke kulit, molekulnya langsung meresap. Saat itulah, otot-otot meregang, peredaran darah lancar, serta energi positif mengalir ke seluruh tubuh.

 

6. Terapi Akupunktur untuk Anda yang Ingin Subur

clecelandclinic.org

Akupunktur adalah metode penyembuhan atau terapi dengan menusukkan jarum ke titik tertentu di tubuh manusia. Teknik ini berasal dari Cina, lantas menyebar ke Korea, Jepang, serta seluruh dunia. Sejak dulu, pengobatan meridian tersebut digunakan untuk memulihkan kondisi seseorang dari sakit.

Kini, terapi akupunktur dipakai untuk membantu program hamil. Secara ilmiah, akupunktur terbukti mampu meningkatkan jumlah sperma. Sementara itu, pada wanita, teknik ini bisa mengembalikan fungsi endokrin dan melancarkan sirkulasi darah ke rahim.

 

7. Melancarkan Ovulasi dengan Terapi Hormon

coolspringsobgyn.com

Terapi hormon hanya bisa diberikan jika seorang wanita mengalami gangguan hormonal. Semisal, kekurangan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). Pasalnya, ketidakseimbangan kedua hormon tersebut bisa menghambat ovulasi.

Pemberian hormon diberikan dengan cara disuntik. Namun, pemakaiannya harus sesuai saran dokter. Proses terapi hormon berlangsung selama enam bulan berturut-turut.

Kalau cara tersebut gagal, suntikan hormon diberikan saat menstruasi hari ke-6 sampai ke-10. Dosisnya dimulai dari 75 IU hingga 150 IU. Selanjutnya, tinggal menunggu diameter folikel membesar dan pecah. Setelah itu, sel telur siap dibuahi.

Itulah 7 terapi yang bisa diterapkan jika ingin cepat mempunyai momongan. Selain usaha secara fisik, Anda pun harus berdoa. Karena hanya dengan doa, manusia bisa menyampaikan permohonannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Comments

comments

Artikel Lainnya

WhatsApp chat